Mengalahkan Pengertian Lama
Dalam konteks Efesus 5:1-21 Paulus memberikan pengajaran kepada jemaat di Efesus bahwa yang dikehendaki Allah bagi umat-Nya adalah meninggalkan segala pengertian lamanya dan menjadi pribadi dalam pengertian yang baru. Rasul Paulus menjelaskan pada saat orang percaya, bahwa untuk menjalani proses menuju kehidupan baru, mereka tidak boleh seperti orang bebal. Kata bebal dalam bahasa Yunani "asophos", dapat diartikan "bodoh". Seseorang yang bodoh adalah orang yang dengan sengaja menghancurkan dirinya sendiri. Orang percaya tidak dapat memungkiri bahwa seringkali, ia masih terjebak dalam pengertian lama yang bodoh. Pengertian ini kerap kali pula membawa kita terjerumus dalam dosa yang hanya memenuhi hawa nafsu dunia, yang seharusnya kita sangkali. Allah menghendaki orang percaya menjadi orang yang arif, atau yang bahasa Yunaninya adalah "sophos", yang dapat berarti orang yang bijaksana. Orang bijaksana adalah orang yang dapat mempergunakan waktu yang singkat dengan baik, penuh dengan hikmat dan tanggungjawab dalam melakukan pekerjaan Allah, serta membawa transformasi hidup kepada nilai-nilai kesucian, dan kerendahan hati.
Saat kita sudah berkomitmen menjadi murid Kristus, maka kita diajak untuk
belajar agar tidak terjebak dalam pemikiran lama seperti orang bebal. Kehidupan
kita seharusnya tampak seperti orang arif yang penuh hikmat dari Allah.
Kehidupan kemuridan kita seharusnya juga mengalami proses pembaharuan hari demi
hari. Kita akan menggunakan waktu yang ada dengan sebaik dan sebijak mungkin
untuk melakukan pekerjaan baik, misalnya memperhatikan komunitas kita dengan
penuh ketulusan, kasih, dan sebagainya. Kita diajak untuk melakukan peran kita
sebagai agen-agen transformasi, yang menuntun orang lain hidup mengasihi, dan
menaati Allah, serta mengasihi sesama.

Komentar
Posting Komentar